Hansa,kerja dengan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan yang di tepati,dia adalah karyawan yang rajin lagi taat pada peraturan.
Kini hansa duduk tepat di dapan komputer meja kerjanya,.hansa yang mempunya posisi yang tidak tetap,karena apaupun pekerjaan yang datang dari bossnya dia kerjakan selagi bisa dia kerjakan.
menurut penetapan dari boss,jabatan hansa adalah sebagai Drafter.
tapi karena di kantor tidak ada karyawan lain yang mengerjakan tugas-tugas yang ada ya mau gak mau hansa jugalah yang harus mengerjakannya.
itung-itung tambah skill ujar hansa di dalam hatinya.
tapi sayang,disepajang hari-hari dia kerja tak satupun teman rekan kerjanya,kasihan bilamana dia butuh kawan sharing atau bertukar pikiran mengenai masalah pekerjaan dia terkadang keliahtan kusut.
memang boss sering ada dikantor,tapi yang nama boss mana enak di ajak shering.
bukannya apa-apa,biasanya sifat boss pada umumnya sensi dan selalu berpihak pada kehendaknya sendiri.ya percuma dong kalau gitu sering.
Hansa,..hansa,,.diapun bicara dalam hati sambil mengambil lapas panjang,..melepaskan kesuntukkannya.,diselah waktu dia sibuk bekerja namun otaknya masih tetapsaja terpikirkan akan masalah-masalah yang kian dia hadapi,.karena sampai saat ini belum ada pengunjungan cerita juga mengenai masalah gelar sarjananya yang diperjuangkan tertunda karena janji boss yang kian belum di tepati.
pandangan mata hansa tertuju pada jalan yang tepat di depan meja kerjanya,..
"andaikan boss tahu perasaan yang kian aku alami,mungkin dia tahu rasanya bila sangat membosankan bila harus menunggu dan menunggu janji yang tidak ada kepastian,..mungkin dia akan berubah sifatnya itu,.
tapi,....biarlah aku jalani ini,mungkin inilah jalanku,.aku harus sabar dan semangat menghadapinya"
ketika hansa,memanfaatkan waktu luang kerjanya,.tiba-tiba dia.........
BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Note:
Gunakan "Anonymous" Jika tidak dengan akun Google